

“Kami tidak memiliki pemanas dan kami bertahan dengan menggunakan kayu bakar untuk menjaga kami tetap hangat. Ini tidak terlalu aman karena kami memiliki anak kecil dan orang tua yang dapat terkena sesak napas. Kalau tidak begitu, apalagi yang bisa kami perbuat dan bagaimana kami bisa mendapatkan hangat ketika hujan turun setiap hari?” Cerita Abu Ali di Gaza jelang datangnya musim dingin.

Menjelang akhir tahun, musim dingin mulai terasa di negara-negara dengan 4 (empat musim), termasuk Palestina. Suhu di Palestina akan menurun hingga 10°C (50°F). Bahkan ketika malam hari suhu akan lebih menurun hingga 3° atau 4°C (38°F).
Masa-masa ini merupakan waktu yang sulit bagi saudara-saudara kita di Palestina. Termasuk di wilayah-wilayah di kamp pengungsian Palestina. Setiap musim dingin, harapan mereka hanya memiliki tempat aman dari dingin yang menusuk tulang dan hidup secara layak.

Ketika musim dingin, orang-orang terbiasa menghangatkan diri dengan tungku di dalam rumah, mengenakan pakaian berlapis, kaus kaki atau sandal yang hangat, sweater, tidak lupa syal, dan sarung tangan, sekadar selimut untuk membuat tubuh tidak menggigil.
Namun, tidak semua warga Palestina bisa menghadapi musim dingin dengan fasilitas yang memadai. Beberapa rumah di Palestina tidak memiliki penghangat, terlebih di beberapa wilayah pengungsian.
Jangankan penghangat ruangan, baju musim dingin saja sangat terbatas. Mereka tidak memiliki baju yang cukup tebal untuk menghadapi musim dingin. Abu Ali Misalnya, bersama 12 orang anggota keluarga lainnya tinggal di satu rumah yang berdinding retak, berjendela rusak, dan beratap asbes. Keadaan yang tidak memungkinkan melindungi keluarga mereka dari hujan dan dingin.

“Kami tidak memiliki pemanas dan kami bertahan dengan menggunakan kayu bakar untuk menjaga kami tetap hangat.” Kata Abu Ali.
“Ini tidak terlalu aman karena kami memiliki anak kecil dan orang tua yang dapat terkena sesak napas.” Tambah Abu Ali.
“Kalau tidak begitu, apalagi yang bisa kami perbuat dan bagaimana kami bisa mendapatkan hangat ketika hujan turun setiap hari?” lanjut Abu Ali diliputi kekhawatiran dan ketakutan menjelang datangnya musim dingin.

Sobat baik,
Musim dingin di Palestina dan sekitar nya begitu tak bersahabat, bukan cerita baru bagi mereka dengan suhu yang extreme. Dan tempat tinggal yang tak memadai semua orang rentan terserang suhu dingin, terutama anak anak.
Tidak hanya dingin yang mengigit, musim dingin disana terkadang diiringi dengan hujan yang menyebabkan banjir dan dilain waktu salju turun dengan hawa dingin yang teramat dingin. Dengan adanya musim dingin di Palestina perlu sekali mereka melindungi dirinya agar tidak terserang hawa dingin.
Makanan hangat siap santap, baju hangat, jaket dan sweater, sarung tangan dan kaos kaki, topi dan syal, pakaian anak, selimut musim dingin, penghangat ruangan elektrik, dan bahan bakar untuk penghangat di pengungsian dan lainnya adalah kebutuhan yang saat ini mereka butuhkan untuk menghadapi musim dingin.
Kami mengajak #SobatBaik ikut berkontribusi untuk menghangatkan dan memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita di Palestina maupun di kamp pengungsian Palestina agar mereka bisa menghadapi musim dingin yang akan tiba.
Kami percaya, melalui kebaikan #SobatBaik semua dapat membuat saudara-saudara kita di Palestina tersenyum dikala beratnya ujian yang sedang dialami.
Untuk #SobatBaik yang ingin ambil bagian sebagai bentuk kepedulian untuk saudara kita di Palestina, silahkan berdonasi dengan cara :

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga boleh membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi Kami di +6821-2424-2162 (Admin - Cici)
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik